Marketing to Netizen

 

Acara Marketing to Netizen yang di adakan oleh the-marketeers di Shangri-la Hotel Surabaya sebagai pembicara adalah bapak Hermawan kertajaya. Seorang Leading Marketing Strategi  yang terkenal di Asia. Saya sendiri sebenarnya baru sekali mendengar the marketeers, karna rasa penasaran untuk menghadiri seminar tersebut  dan tidak ingin berangkat tanpa berbekal apa-apa maka saya mulai mencari-cari artikel tentang acara yang di adakan oleh the marketeers in, mulai dari postingan ulasan acara sampai ke pengertian netizen di mata masyarakat yang akan menjadi new wave dalam perkembangan marketing di era global ini. Dari tadi saya terus menulis tentang Netizen tanpa memberi penjelasan, jadi akan saya jelaskan apa itu netizen dan apa pengaruh untuk marketing di indonesia maupun di dunia. Karna otak saya kecil jadi saya hanya menangkap beberapa hal penting yg di dapat pada seminar kemarin, semoga bermanfaat.

 

Apa itu Netizen ?

Kata Netizen Pertama kali di buat oleh Michael Hauben Pada tahun 1992 ia menciptakan istilah netizen untuk menggambarkan pengguna internet yang memiliki rasa tanggung jawab sebagai warga  internet. Atau netizen merupakan istilah yang dibentuk dari kata Net (internet) dan Citizen (warga). Jika di satukan, artinya kurang lebih “warga internet” atau “penduduk dunia internet”  Sederhananya, netizen adalah pengguna internet yang berpartisipasi aktif (berkomunikasi, mengeluarkan pendapat, berkolaborasi, dll) dalam media internet.

 

Siapakah Netizen itu?

Netizen adalah siapa saja yang mengakses dan menggunakan internet. Semua orang yang menggunakan Internet bisa di sebut Netizen mualai yang hanya menggunakan Mobile Internet, komputer rumah yang terkonek internet,mahasiswa yang berjam-jam bisa membuka halaman Fb untuk update berita terbaru dari teman-teman meraka juga bisa di sebut Netizen, Atau para siswa SMA,Pekerja Kantoran yang bersuara kritis melalui media blog hingga para kaum dewasa-tua yang mengakses facebook untuk mencari teman-temannya yang “telah hilang”. Blogger, pengguna twitter, pengguna facebook dan ‘aktivis’ sosial media lainnya.

Ketika sedang offline, Netizen tidak berbeda dengan citizen (warga) lainnya. Mungkin ada beberapa perilaku unik yang membedakan seorang netizen dengan citizen seperti kebutuhan aktualisasi diri yang tinggi pengoptimalan handphone / smartphone yang selalu aktif dan tweet yang selalu dipublish secara mobile. Karna di Indonesia ini Handphone yang terkoneksi dengan internet, Hanphone pun bisa di beli dengan harga terjangkau sehingga semua orang bisa dengan sangat mudah dekat dengan Internet…

 

Mengapa Netizen di katakan penting di dunia Marketing yg disebut dengan new wave pada saat ini ?

Netizen menjadi sangat valuable dan berpengaruh karena mereka mereka sangat aktif menyuarakan pendapatnya lewat Sosial-Sosial  Media yang ada pada saat ini. Netizen menyuarakan hal-hal yang sejalan dengan nilai yang dianutnya. Netizen tidak dibayar atau dikomando, melainkan berpartisipasi aktif dengan suka cita. Netizen dengan senang hati akan mengulas apapun yang menjadi perhatian personalnya. Sosial Media yang sedang hangat adalah Twitter,Di twitter semua informasi berputar dengan sangat cepatny. Bahkan banyak sekali orang yang tidak bisa terlepas dari jejaring sosial yang satu ini biasanya orang-orang seperti ini sudah sangat ketergantungan…Tiap 5menit sekali harus melihat smartphone mereka apakah ada berita terbaru atau mention dari teman-teman atau gosip-gosip artis…

Contoh terkini mengenai pengaruh netizen Indonesia di ranah global adalah topik-topik lokal yang menembus trending topic di twitter. Twitter, layanan microblogging termaju saat ini memiliki mekanisme trending topic dimana twitter akan mengkalkulasi frase / kata kunci apa yang paling banyak terkandung dalam setiap ‘tweet’ yang dipublikasikan di seluruh dunia dan menampilkan ‘topik’ paling banyak dibahas berdasarkan kalkulasi kata kunci tersebut di halaman depan twitter. Sehingga netizen di seluruh dunia bisa melihat apa saja yang sedang menjadi topik panas di indonesia..

Kebanyakan dari para influncer yang memiliki follower yang banyak mereka sangat mampu membuat suatu topik menjadi trending topic di twitter.Kita ambil contoh dari seorang blogger yang blognya dibaca oleh 5000 orang setiap harinya memiliki ‘channel’ untuk mempengaruhi 5000 pembaca tersebut. Sebagian pembaca yang terinspirasi dan akan dapat mendiskusikan tulisan yang diterbitkan di blog tersebut di channel social media yang lain atau bahkan merekomendasikan tulisan tersebut kepada ‘follower’ yang mengikutinya melalui twitter atau blog sang pembaca.Begitu hebatnya sosial media saat ini sehingga mampu membuat cara-cara baru dalam marketing untuk memasarkan sebuah produknya.

Di era vertikal, pemasar melakukan segmentation, targeting dan positioning: pilih segmen pasar yang sesuai dengan produk yang kita punya lalu “tembak” pasar tersebut dengan advertorial yang tepat di media massa. Di era horizontal / new wave, aturannya sudah berubah. Seiring dengan berbagai faktor yang meningkatkan penggunaan internet dan media sosial, perlahan-lahan semua orang menjadi ‘personal media’ dan media massa (yang tidak sigap) mulai ditinggalkan.  Aturannya sederhana: rangkul para konsumen yang memiliki pengaruh tersebut dan biarkan para ‘influencer’ tersebut mempengaruhi / merekomendasikan produk anda pada mereka.

Hermawan Kartajaya mengkategorikan tiga jenis influncer yang paling berpengaruh di era New Wave / Horizontal marketing:

1. Youth
2. Women
3. Netizen

(tiga lingkaran di tengah)

Tiga kategori konsumen ini akan mempengaruhi tiga kategori konsumen lain:

1. Senior
2. Men
3. Citizen

(tiga segitiga di setiap sudut)

 

Youth : Grab ‘em to lead the mind

Kaum muda (Youth) pada umumnya bersifat lebih terbuka terhadap pemikiran dan ide baru sedangkan kaum tua (Senior) pada umumnya bersifat lebih kolot dan tertutup terhadap ide dan pemikiran baru. Youth bersikap terbuka karena yang mereka punya adalah masa depan sedangkan para Senior bersikap tertutup karena mereka dibayang-bayangi masa lalu. Kata-kata klise “Bapakmu dulu…..“? Menunjukkan arogansi para Senior yang suka tidak suka, seiring dengan berjalannya waktu akan ‘digeser peran dan kepemimpinanya’ oleh the youth.

Kaum tua pun agak lambat dalam belajar hal-hal baru. Saya jadi ingat ibu saya (seorang dosen dan pembicara mengenai nutrisi) yang selalu berkata ‘A.. a.. -orang sunda-, iyeu komputer the dikumahakeun?“. Kaum tua meminta rekomendasi kepada kaum muda untuk beberapa hal dan ‘hal’ tersebut lambat laun akan menyebar ke berbagai aspek. Kaum muda memimpin opini dan pengetahuan. Youth leads the mind.

Jumlah mereka banyak, dan terbuka terhadap hal-hal baru. Saat ini mereka underdog, beberapa tahun lagi mereka bisa menjadi pengambil keputusan.

 

Women : They Manage the Market

Saya jadi ingat buku Men are from Mars, Women are from Venus yang pernah saya baca: Perempuan itu makhluk emosional dan sensitif sementara laki-laki adalah makhluk yang realistis dan logis. Laki-laki (umumnya) lebih egois sementara perempuan (umumnya) lebih sosial. Laki-laki membeli untuk dirinya sendiri sementara perempuan membeli untuk dirinya, teman-temannya, keluarganya dan semua yang dia perdulikan.  Perempuan yang berstatus sebagai ibu merupakan ‘manager keluarga’ yang menentukan logistik dari anak-anak dan suaminya. Perempuan menentukan consumer goods dan produk sehari-hari apa yang akan hadir di rumah mereka. Mereka memiliki ‘kewajiban’ untuk memiliki ‘spending power’ yang kuat.

Keputusan perempuan menentukan keputusan laki-laki. Mereka terlihat subordinat (saya jadi ingat kelas language in society yang saya ambil kemarin pagi – haha) dan tidak memiliki ‘power’, padahal volume pembelian terbesar dilakukan oleh kaum perempuan karena mereka memikul tanggung jawab untuk merawat banyak individu.

 

Netizen : Organizing the Heart

Netizen, sederhananya adalah mereka yang aktif beraktifitas di ranah online. Mereka yang memiliki akses dan cukup tidak gaptek untuk mengakses internet dan mengemukakan suaranya. Kasus koin untuk prita, penghentian somasi Sony corp kepada Sony Arianto Kurniawan, media massa yang mulai mengaspirasikan suara grup-grup beranggotakan ratusan ribu anggota di facebook dan contoh-contoh lain menunjukkan pengaruh netizen yang semakin kuat.

Seiring dengan pertumbuhan media sosial seperti Blog, YouTube, Facebook, Twitter, Slideshare, dan terjangkaunya biaya sambungan internet, para netizen kini semakin ekspresif dalam mengemukakan pendapatnya melalui media Internet. Mereka tidak diatur oleh satu pihak tertentu melainkan menyuarakan pendapat mereka yang mereka yakini. Ketika ada isu yang ‘menyentuh’ mereka, tanpa ‘komando vertikal’ mereka akan berkerumun secara virtual disatukan oleh gagasan-gagasan yang menggelinding cepat dan membuat isu tersebut semakin ‘didengar’. Kasus #IndonesiaUnite ketika pengeboman di Jakarta beberapa saat yang lalu dan #tolakRPMkonten yang cukup heboh menunjukkan pengaruh para netizen.

Netizen tidak bergerak dan bersuara karena uang. Netizen menyuarakan apa yang menjadi nilai mereka dan apa yang mereka anggap bermanfaat dan setiap orang kini memiliki media untuk menyuarakan gagasan yang dapat didengar oleh semua penduduk dunia. Netizen organize the heart.

Zaman telah berubah dan Youth, Women & Netizen adalah “influencer” yang mempengaruhi Senior, Man & Citizen.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *